Printer Dot Matrix
Printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita. Cetakan yang
dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan
yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus.
menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin
yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik,
kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil
cetakan akan lebih halus. Setiap titik yang dihasilkan oleh batang logam kecil,
yang disebut "wire" atau "pin", yang digerakkan maju oleh
kuasa yang kecil electromagnet atau solenoid, baik secara langsung atau melalui levers kecil (pawls).
Head dari printer
jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertical
dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk
character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer
jenis ini juga merupakan character printer. Kecepatannya sangat bervariasi,
tapi untuk Epson LX-80, adalah 80 caharacter per second.
Pin/jarum, terdapat
di printhead tersebut, dengan panjang sekitar satu inci dan dikemudikan oleh
beberapa pendorong memaksa masing-masing pin menitik/menjepit pita tinta dan
menutupi kertas pada suatu waktu tertentu. Kekuatan pada pendorong ini datang
dari tarikan yang magnetis dari gelang kawat kecil ( solenoid ) yang diberi
tenaga pada situasi tertentu, tergantung pada karakter yang akan dicetak.
Pemilihan waktu isyarat mengirim kepada solenoid diprogramkan ke dalam printer
untuk masing-masing karakter, dan menterjemahkan dari informasi yang dikirim
oleh computer karakter yang mana untuk dicetak.
Pada saat
head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas, maka huruf
yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini
kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan
terjadilah pencetakan huruf demi huruf.
Setiap character yang
terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik
didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi,
ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. Umumnya, printer jenis
dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Untuk printer
color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu
hitam, biru, merah dan kuning.
Keunggulan Jenis
Printer Dot Matrix dibandingkan Inkjet / Laser, antara lain :
- Printer dot matrix masih banyak digunakan karena
memang terkenal awet.
- Printer dot matrix menggunakan pita yang harganya
jauh lebih murah dibandingkan dengan catridge / toner untuk printer jenis
inkjet dan laserjet.
- Jenis printer dot-matrix
sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color.
Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4
warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.
- Printer dot matrix dapat mencetak rangkap
sekaligus.
- Printer dot matrix dapat mencetak ukuran kertas
yang lebar.
Kekurangan Jenis Printer Dot Matrix dibandingkan Inkjet / Laser, antara
lain:
- Printer dot matrix resolusi cetaknya masih sangat
rendah.
- Printer dot matrix pada saat pencetakan suaranya
cenderung keras.
- Printer dot matrix kualitas untuk mencetak gambar
kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik
yang saling berhubungan.
- Printer dot matrix mempunyai Dpi dan Ppm rendah.
- Printer dot matrix geraknya sangat lambat.
- Warna yang dihasilkan tidak bervariasi.
Printer dot matrix
menggunakan head printer yang bergerak bolak-balik ke depan dan ke belakang
atau ke atas dan ke bawah. Cara kerjanya mirip dengan mesin ketik, di mana ada
pita yang dipukul-pukul. Namun pada printer dot matrix, pita ini dipukul-pukul
oleh dot matrix. Dot matrix itu sendiri adalah sebuah array dua dimensi dari
kumpulan dot-dot yang dapat membentuk huruf, simbol, dan gambar.
Printer dot matrix
pertama dikenal pada tahun 1964, pada tahun 1970, sebagian besar industri
printer dot matrix dimiliki oleh perusahaan Digital dan Centronics, dan
Centronics lebih memilih pasar low-end dibandingkan dengan Digital. LA30, LA36,
dan Centronics 101 adalah printer dot matrix pada masa awal perkembangan
printer dot matrix. pada tahun 1970-1990 printer dot matrix merupakan printer
yang paling dapat diandalkan dari segi hasil dan harganya. Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot
matrix yang mendukung koneksi ke komputer menggunakan port USB.
Permasalahan pada printer Dot Matrix
-
Printer tidak bisa
mencetak.
-
Cetakan tidak bagus
dan hanya mencetak sekali.
-
Lampu printer
menyala, namun tidak bisa mencetak.
-
Lampu printer tidak
menyala sama sekali.
-
Kertas print tidak
bergerak.
Mengatasi permasalahan pada printer Dot Matrix
-
Periksa indikator printer.
-
Pastikan kabel
terhubung dengan baik.
-
Periksa lewat
control panel.
-
Matikan printer
lewat tombol power.
-
Periksa lewat BIOS.
-
Gunakan DOS mode.
Perawatan printer Dot Matrix
Perawatan printer
jenis dot-matrix jika tahu caranya sebenarnya cukup mudah. Langkah-langkah yang
perlu Anda lakukan adalah lepaskan pita atau cartridge tinta, kemudian
perhatikan cara pita bergerak melewati 'head' cetak. Hal lain yang perlu
diperhatikan, bahwa Anda dapat membersihkan 'head'cetak dot-matrix memakai
sarana khusus. Sarana tersebut terdiri dari selembar pembersih yang dimasukkan
melalui printer yang seakan-akan berupa kertas dan larutan pembersih. Maka yang
perlu Anda lakukan adalah basahi lembaran tersebut dengan larutan, kemudian
jalankan printer untuk mencetak di atasnya (tanpa dengan pita) seraya untuk
mengujinya. Dimana larutan tadi untuk melarutkan sisa-sisa tinta yang kering,
kemudian diserap oleh lembaran tersebut.
Atau Anda bisa
lakukan cara lain dengan memakai cartridge pembersih khusus yang disisipkan
sebagai pengganti. Di samping itu Anda juga perlu membersihkan platen (silinder
karet) untuk menghilangkan tinta yang tersisa saat kertas telah dicetak.
Lakukanlah pengujian printer untuk mengecek, agar mutu cetaknya memuaskan.
Dari langkah-langkah
umum di atas bisa dijelaskan proses secara rinci sebagai berikut:
1. Matikan printer, lepaskan tutup dan pita.
2. Bersihkan debu atau kotoran yang melekat pada printer.
3. Periksa dan bersihkan jalan keluar masuk kertas dan platen.
4. Bersihkan dan gantilah 'head' cetak.
5. Gantilah pita jika sudah habis.
6. Lakukan pengujian pencetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.
7. Bersihkan dan kembalikan penutup printer.
8. Lakukan pemeriksaan kertas dan yakinkan dipasang dengan tepat dan kondisi masukdengan lancar.
1. Matikan printer, lepaskan tutup dan pita.
2. Bersihkan debu atau kotoran yang melekat pada printer.
3. Periksa dan bersihkan jalan keluar masuk kertas dan platen.
4. Bersihkan dan gantilah 'head' cetak.
5. Gantilah pita jika sudah habis.
6. Lakukan pengujian pencetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.
7. Bersihkan dan kembalikan penutup printer.
8. Lakukan pemeriksaan kertas dan yakinkan dipasang dengan tepat dan kondisi masukdengan lancar.



