Sunday, 31 March 2013


Printer Dot Matrix

                       

Printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita. Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. Setiap titik yang dihasilkan oleh batang logam kecil, yang disebut "wire" atau "pin", yang digerakkan maju oleh kuasa yang kecil electromagnet atau solenoid, baik secara langsung atau melalui levers kecil (pawls).

Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga merupakan character printer. Kecepatannya sangat bervariasi, tapi untuk Epson LX-80, adalah 80 caharacter per second.

Pin/jarum, terdapat di printhead tersebut, dengan panjang sekitar satu inci dan dikemudikan oleh beberapa pendorong memaksa masing-masing pin menitik/menjepit pita tinta dan menutupi kertas pada suatu waktu tertentu. Kekuatan pada pendorong ini datang dari tarikan yang magnetis dari gelang kawat kecil ( solenoid ) yang diberi tenaga pada situasi tertentu, tergantung pada karakter yang akan dicetak. Pemilihan waktu isyarat mengirim kepada solenoid diprogramkan ke dalam printer untuk masing-masing karakter, dan menterjemahkan dari informasi yang dikirim oleh computer karakter yang mana untuk dicetak.

Pada saat head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas, maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan terjadilah pencetakan huruf demi huruf.


Setiap character yang terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.

Keunggulan Jenis Printer Dot Matrix dibandingkan Inkjet / Laser, antara lain :
  • Printer dot matrix masih banyak digunakan karena memang terkenal awet.
  • Printer dot matrix menggunakan pita yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan catridge / toner untuk printer jenis inkjet dan laserjet.
  • Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.
  • Printer dot matrix dapat mencetak rangkap sekaligus.
  • Printer dot matrix dapat mencetak ukuran kertas yang lebar.
Kekurangan Jenis Printer Dot Matrix dibandingkan Inkjet / Laser, antara lain:
  • Printer dot matrix resolusi cetaknya masih sangat rendah.
  • Printer dot matrix pada saat pencetakan suaranya cenderung keras.
  • Printer dot matrix kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan.
  • Printer dot matrix mempunyai Dpi dan Ppm rendah.
  • Printer dot matrix geraknya sangat lambat.
  • Warna yang dihasilkan tidak bervariasi.
Printer dot matrix menggunakan head printer yang bergerak bolak-balik ke depan dan ke belakang atau ke atas dan ke bawah. Cara kerjanya mirip dengan mesin ketik, di mana ada pita yang dipukul-pukul. Namun pada printer dot matrix, pita ini dipukul-pukul oleh dot matrix. Dot matrix itu sendiri adalah sebuah array dua dimensi dari kumpulan dot-dot yang dapat membentuk huruf, simbol, dan gambar.
Printer dot matrix pertama dikenal pada tahun 1964, pada tahun 1970, sebagian besar industri printer dot matrix dimiliki oleh perusahaan Digital dan Centronics, dan Centronics lebih memilih pasar low-end dibandingkan dengan Digital. LA30, LA36, dan Centronics 101 adalah printer dot matrix pada masa awal perkembangan printer dot matrix. pada tahun 1970-1990 printer dot matrix merupakan printer yang paling dapat diandalkan dari segi hasil dan harganya.  Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot matrix yang mendukung koneksi ke komputer menggunakan port USB.
Permasalahan pada printer Dot Matrix
-          Printer tidak bisa mencetak.
-          Cetakan tidak bagus dan hanya mencetak sekali.
-          Lampu printer menyala, namun tidak bisa mencetak.
-          Lampu printer tidak menyala sama sekali.
-          Kertas print tidak bergerak.
Mengatasi permasalahan pada printer Dot Matrix
-          Periksa indikator printer.
-          Pastikan kabel terhubung dengan baik.
-          Periksa lewat control panel.
-          Matikan printer lewat tombol power.
-          Periksa lewat BIOS.
-          Gunakan DOS mode.
Perawatan printer Dot Matrix
Perawatan printer jenis dot-matrix jika tahu caranya sebenarnya cukup mudah. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah lepaskan pita atau cartridge tinta, kemudian perhatikan cara pita bergerak melewati 'head' cetak. Hal lain yang perlu diperhatikan, bahwa Anda dapat membersihkan 'head'cetak dot-matrix memakai sarana khusus. Sarana tersebut terdiri dari selembar pembersih yang dimasukkan melalui printer yang seakan-akan berupa kertas dan larutan pembersih. Maka yang perlu Anda lakukan adalah basahi lembaran tersebut dengan larutan, kemudian jalankan printer untuk mencetak di atasnya (tanpa dengan pita) seraya untuk mengujinya. Dimana larutan tadi untuk melarutkan sisa-sisa tinta yang kering, kemudian diserap oleh lembaran tersebut.
Atau Anda bisa lakukan cara lain dengan memakai cartridge pembersih khusus yang disisipkan sebagai pengganti. Di samping itu Anda juga perlu membersihkan platen (silinder karet) untuk menghilangkan tinta yang tersisa saat kertas telah dicetak. Lakukanlah pengujian printer untuk mengecek, agar mutu cetaknya memuaskan.
Dari langkah-langkah umum di atas bisa dijelaskan proses secara rinci sebagai berikut:
1. Matikan printer, lepaskan tutup dan pita.
2. Bersihkan debu atau kotoran yang melekat pada printer.
3. Periksa dan bersihkan jalan keluar masuk kertas dan platen.
4. Bersihkan dan gantilah 'head' cetak.
5. Gantilah pita jika sudah habis.
6. Lakukan pengujian pencetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.
7. Bersihkan dan kembalikan penutup printer.
8. Lakukan pemeriksaan kertas dan yakinkan dipasang dengan tepat dan kondisi masukdengan lancar.


No comments:

Post a Comment